Monday, June 30, 2008

Asinan Buah (lagiii?!?)

Asinan buah & sayur ini paling sering dirikues sebagai dessert kalo pas lagi ada acara keluarga, secara kita nih termasuk urang Sunda tea'.
Bahan:
5 buah cabe merah, buang bijinya (haluskan)
5 buah cabe rawit (haluskan)
350 gr gula
garam (optional)
1 liter air
3 sdm air cuka
kacang goreng (optional)

Buah & Sayur (optional):
300 gr pepaya mengkal, (kupas, bersihkan, potong dadu)
300 gr mangga muda, (kupas, bersihkan, potong dadu)
1 buah nanas, ukuran sedang (kupas, bersihkan, potong dadu)
1 buah bengkuang, ukuran besar (kupas, bersihkan, potong dadu)
3 buah kedondong, (kupas, bersihkan, potong dadu)
5 lembar daun kol, iris tipis
2 buah wortel, bersihkan & serut
100 gr tauge
300 gr asinan sawi (jangan buang airnya)

Cara Membuat:
- rebus cabe merah, cabe rawit, gula, garam & air dalam panci hingga mendidih. dinginkan.
- setelah dingin tambahkan cuka & masukkan buah & sayur. Simpan dalam kulkas semalam.
- sajikan bersama taburan kacang goreng & kerupuk mie.


Note:
Kalo gak suka pedes, cabe rawit bisa diganti dengan chilli powder yang ditaburkan menjelang disantap. Upami aya nu hoyong, mangga dugikeun pesen didieu nya'... (halah, nantang banget!)

Orange Sponge Cake

Ini hasil sponge cake yang kujanjiin mo share sama mbak Shinta. Nasibnya sama. Aku skip satu ingredient dari resep aslinya gara-gara gak ngedapetin lemon zest ataupun parutan kulit jeruknya.

Cake:
5 egg whites
1/2 teaspoon cream of tartar or 1/2 tsp. lemon juice
1 pkg. plain yellow cake mix
3 egg yolks
3/4 cup orange juice
1/2 cup vegetable oil
1/4 cup frozen orange juice concentrate, thawed
1 teaspoon grated orange rind (I skip the grated peel)

Glaze: (I skipped it)
2 cups confectioners sugar, sifted
3 tablespoons orange juice

Instructions:
1. Preheat the oven to 325°F (160 C).

2. Place egg whites and cream of tartar (or lemon juice) in a medium bowl. Beat on high until stiff peaks form, about 2 to 3 minutes. Do not overbeat.

3. Place cake mix, egg yolks, orange juice, oil, orange juice concentrate and orange rind in a large bowl. Beat on low speed 1 minute. Stop machine and scrape down sides of bowl with rubber spatula. Increase speed to medium; beat 2 minutes; batter should look well blended.

4. Turn beaten egg whites out on top of batter; fold whites into batter until mixture is light but well combined, with no white streaks remaining. Pour batter into ungreased 10 inch tube pan, smoothing top.

5. Bake for 45 to 50 minutes or until golden brown and top of cake springs back when lightly pressed with tip of finger. Remove pan from oven and immediately turn upside down on the neck of a glass bottle to cool for one hour. Run long sharp knife around edge of cake; invert onto wire rack; then invert again onto serving platter, right side up. Makes 12 servings.


Beneran, rasa kuenya datar..... tak beraroma. Walopun udah pake orange juice maupun frozen orange juice concentrate, aromanya tetep ga nge-bluff!

RiGos

alias 'Risoles Gosong' yang kubuat tadi malem buat temen nonton final Euro 2008 antara Germany-Spain.

Bahan kulit (8 lembar) :
100 gr tepung terigu serbaguna
200 ml susu cair (bisa diganti air)
1 butir telur, kocok lepas
1/2 sdt garam
tepung panir (atau bikin sendiri dari 2 iris roti tawar cukup untuk 8 lembar kulit risoles)

Ragout:
1 sdm margarine
1 siung bawang putih, cincang halus
1 sdm tepung
150 ml kaldu / air
100 gr mix vegie (aku pake wortel, jagung & kacang polong)
merica bubuk (optional)
garam (optional)
gula (optional)
3 sdm corned beef


Cara membuat :
- Tuang air sedikit demi sedikit dalam campuran terigu & garam sambil diaduk, jangan sampai menggumpal. Masukkan kocokan telur, aduk kembali. Goreng dengan takaran 1 sendok sayur untuk 1 lembar kulit pada teflon ukuran +/- 18 cm hingga adonan habis. Sisihkan
- Panaskan margarin, tumis bawang putih hingga harum.
- Masukkan tepung terigu, aduk-aduk sebentar kemudian masukkan air kaldu sedikit demi sedikit sambil terus diaduk.
- Tambahkan mix vegie, merica, gula & garam, aduk terus hingga meletup-letup.
- Terakhir masukkan corned beef & aduk sebentar. Matikan api.
- Isi tiap lembar kulit dengan 1,5 sdm ragout. Celup ke dalam kocokan 1 butir telur, balur dengan tepung panir.
- Diamkan beberapa saat atau masukkan kedalam kulkas sebentar sebelum digoreng (biar panirannya cukup melekat). Goreng dengan api sedang hingga kuning keemasan. Tiriskan.
- Sajikan dengan cabe rawit atau chilli sauce.


Yang ini penampakannya lebih ajaib karena pas bikin tepung panir ditinggal nonton tipi. Udah gitu panirnya sengaja dibikin crumbled gitu biar kries-kriesss. Hehehee... negro baget dah! Yang jelas rasanya gak berubah kok..ok

Friday, June 27, 2008

Blueberry & Raspberry Smoothies

I've no idea when I saw much discounts for these items in the Giant Hypermart last week. Finally, I decided to buy some of them. Now, I don't know what their function in my fridge is. Coz so far I just serve them as a regular drink without additional. Stuck in my head. Can't think clearly, even such a simply idea. How 'bout cake? Sorry, not now.... I don't want to use my magic to spell these yoghurts become a cake.

Blueberry Smoothie

Let's see what the remains in my cooler...

Ingredients:
500 ml raspberry / blueberry yoghurt
200-250 ml sweet condensed milk
ice flakes (optional)

Direction:
I love shaking than blending them.

Raspberry Smoothie

I made this raspberry smoothie 3 weeks ago. And I prefer enjoy this than the blueberry smoothie. The smell is sooo good. Especially there are more raspberry flakes from the yoghurt here. Hmmm... yummeee!

Spicy Mango Pickles (Asinan Mangga)

Menjelang pertengahan tahun, di Indo pohon2 mangga dah pada mule berbuah. Sayangnya, kebanyakan mangga yang bener-bener masak di pohon baru sering ditemuin pas bulan Juli atau Agustus. Untungnya kita gak hobi makan mangga yang dah masak... jadi para mangga yang bergelantungan di depan rumah dah pada terancam jiwanya mule awal gini. Gak bakalan berumur panjang deh mereka! Beware...!

Bahan :
2 buah mangga muda (yang mengkal malah lebih bagus), kupas
7 buah cabe rawit, cincang / gerus kasar
7 sdm gula pasir
1/2 sdt garam
air hangat (optional)

- potong-potong daging buah mangga seukuran korek api (diserut juga boleh).
- remas-remas mangga bersama dengan 1/2 sdm garam dapur agar mangga lebih lemas. Atau kalo suka yang lebih renyah bisa direndam dengan air kapur sirih 1-2 jam (aku sih kadang semaleman, lupa! adus). Trus kalo pake mangga yang mengkal ga perlu diapa-apain yah!
- jangan lupa cuci dengan air matang sebelum dicampur dengan sisa bahan yang lain.
- simpan dalam kulkas sebelum disajikan. Atau tambahin ice flakes kalo dah pengen langsung dicicipin.

Note:
- aku pake air hangat karena biar gula & garamnya cepet larut.
- biasanya setelah beberapa saat, rasa manisnya berkurang karena terserap mangga. Jadi sebelum / sesudah dicicipin boleh ditambahin gula lagi.
- gak perlu dikasih cuka yah! asli, yang ini aja dah sukses bikin kemecerr...ok

Monday, June 23, 2008

Despised

Jutek juga hampir tiap hari nge-buns terus... walopun hasilnya 'mayan buat jajan si Buto Cilik (wekekeek.. istilah'e bulik Ayin). Minggu lalu aku dapet tilpun dari oom, suruh nemenin mahasiswa yang lagi numpang dirumahnya. Katanya karena sama-sama cewek yang hobi mbengkel, kali aja kita bisa cucok & saling tuker ilmu..... hitam! (karena biasa kecebur oli, gitu maksudnya ya oom..!)

Ow.. ouuw... ternyata si Jeanie ini bule toh! Well, orangnya biasa aja, tapi cukup menarik dengan kepribadiannya yang supel & pinter membawa diri. Halaaah, ternyata dia lebih banyak nanya masalah culture & food ketimbang urusan teknik.

Coba simak obrolan kita waktu groceries shopping beberapa hari lalu:
Jean : "Woow.. so much tempe here"
Aku : (huh, ndeso!)
Akhirnya dia ambil satu lembar tempe dengan ukuran sedang (yah, kurleb 300 gram gitulah). Udah dapet semua yang dibutuhin, saatnya menuju kassa. Pas barcode tempe di'tet'... dia melotot ga percaya.
Jean: "Is that the price? Only Rp.5000 per bar?"
Aku: "Correct! With Rp.5000 you'll get more tempe tomorrow morning!" (ya'eyalaah... lha wong yang dikau ambil tempe untuk mendoan. Belinya di swalayan lagee. Buat orang kita, itu pun juga dah dibilang kemahalan kalo fungsinya cuman digoreng-goreng doank)
Jean: "Are you sure? Hmm, how cheap it is."
Aku: "Yeah!" (ga ikhlas padahal jawabnya, secara di Endonesya Rayah ini keberadaan tempe & harganya sempet menyulitkan masyarakat kita beberapa waktu lalu).

Akhirnya kutepati janjiku dengan ngajak dia jogging ke pasar tradisional pagi-pagi untuk beli tempe. Sekalian kutunjukkan bahwa dia bisa juga mendapatkan tempe di penjual sayur keliling.

--- oOo ---

Hampir siang aku kembali ke rumah oom sambil bawa 'jangan tewel' (sayur lodeh) sepanci kecil, karena katanya si Jean ini doyan lodeh labu. Hmm.. bayangin si Jean pasti dah nyiapin tempe goreng keringnya nih, pasti cucok ama sayur lodeh buatan emak yang pedes ini.

Ternyata oh ternyata.... apa gerangan yang balik disuguhkan Jean?!?


daaaann.....


Asli, aku yang 'dying for tempe' nih jadi kagok! Mendadak gagap, mo ngomong apa bingung... kalo gak ngomong jelas banget keliatan di wajahku berbagai macem ekspresi campur jadi satu tiap kali liat 2 menu yang dia suguhin! Sok 'you know' banget sih lu Jean...! Baru kali ini aku ngerasa sahabat karibku dilecehin seperti ini! sad1 Underestimate banget siy mentang-mentang disini banyak tempe?? Aaarrgh.....!!tension

Sambil panik trus kemudian jongkok di depanku,
Jean: "Do I need to dredge or coat them with cornmeals or breadcrumbs?"
Aku: "Noooo! Please, no need." (ilfill dah)

Monday, June 9, 2008

Mexican Buns


Ok, some of you know it and others might have guessed, but I'm one of those insanely busy people who rarely sits down for a proper breakfast, certainly not on the week days. That's why in my fridge, you'll see breakfast buns like this in a plastic container, waiting to be heated up in the morning.
If you're someone who sits at the table and has a relaxed breakfast, I do envy you. And you might picture your breakfast stuffs more like this. However you're imagining they might fit into your life, these breakfast stuffs are just delicious.

Ingredients :
600 gr purpose flour
120 gr sugar
15 gr dry yeast
1 tsp bread improver
4 eggs yolk
250 ml iced water
100 gr butter
1/2 tsp salt

Filling :
cubed frozen butter

Topping :
1 large egg
40 gr fine sugar
40 gr palm suiker
100 gr salted butter
1 tsp instant coffee, add a tbsp hot water
1 tsp mocha paste

Instruction :

· In the mixing bowl of an electric mixer, stir together flour, sugar, yeast & bread improver.

· Gradualy add egg yolks & iced water. Mix & stir together with dry ingredients on low speed with a dough hook. Then add butter & salt, mix thoroughly until smooth. It will bubble almost immediately.

· Place dough in an oiled bowl, and turn to coat the surface. Cover with a damp cloth. Let rise in a warm spot for 30 minutes, or until doubled in size.

· Punch down the dough. Weigh dough into 50 grams per piece. Fill with cubed frozen butter. Shape rounds, and place in greased pans. Let rise until dough is 2.5 inches, usually 1 hour. Then spread with topping.

· Bake at 350 degrees F ( 175 degrees C) for 20 minutes, or until tops are browned. Let warm in pans for 5 minutes, and then turn out onto plate. Now it's ready to enjoy with a cup of tea.

Tuesday, June 3, 2008

Pisang Molen


Bahan :
350 gr tepung terigu Segi Tiga Biru
50 gr gula halus
½ sdt vanili bubuk
¼ sdt garam
125 gr margarin
75 ml air
pisang raja, belah 2 kemudian potong melintang
minyak untuk menggoreng

Cara membuat :
- Campur semua bahan kering menjadi satu. Aduk rata.
- Tambahkan margarin, aduk-aduk dengan ujung jari hingga berbutir kecil-kecil.
- Tuangi air sedikit-sedikit sambil diaduk dengan spatula hingga kalis.
- Giling adonan memanjang hingga tipis (2-3 mm) atau sesuai selera.
- Rapikan pinggir adonan / potong selebar 3 cm.
- Lilitkan pada tiap potong pisang hingga tertutup adonan.
- Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga kuning kecokelatan dan matang.